MAINTAINABILITY SOFTWARE

Maintainability didefinisikan sebagai kemudahan suatu software untuk dimengerti, diperbaiki, diadaptasi dan/atau dikembangkan. Maintainability dari suatu software dapat dipengaruhi oleh banyak faktor. Kecerobohan/kekurang hati-hatian dalam desain, coding, dan testing akan memberikan dampak negatif yang jelas untuk kemampuan pemeliharaan software yang dihasilkan. Faktor yang paling penting yang mempengaruhi maintainability adalah rencana untuk maintainability itu sendiri.

File selengkapnya bisa di download MAINTAINABILITY SOFTWARE


Posted in Uncategorized by with comments disabled.

KELEBIHAN DAN KEKURANGAN SISTEM INFORMASI IN-SOURCING & OUT-SOURCING

Pengembangan sistem informasi dalam perusahaan dapat dilakukan melalui tiga metode yaitu in-sourcing, dan out-sourcing. Perusahaan harus berhati-hati dalam hal pemilihan alternatif pengembangan sistem informasi yang tepat. Kesalahan di dalam pemilihan alternatif akan menyebabkan investasi yang telah dilakukan serta waktu yang terpakai akan menjadi sia-sia. Perusahaan dapat membandingkan advantage dan disadvantage dari kedua alternatif tersebut.

Masing-masing metode memiliki keunggulan dan kelemahan tersendiri. Pemilihan terhadap salah satu metode pengembangan sistem informasi tersebut dipengaruhi oleh banyak faktor, diantaranya ketersediaan dana dan kemampuan tenaga kerja

File selengekapnya bisa di download Kelebihan dan Kekurangan Sistem Informasi In-Sourcing & Out-Sourcing


Posted in Uncategorized by with comments disabled.

TUGAS KELOMPOK (2 ORANG) STUDI KASUS 2 SISTEM INFORMASI MANAJEMEN

FOR COMPANIES BOTH BIG AND SMALL: RUNNING A BUSINESS ON SMARTPHONES

Dosen: Dr. Ir. Arif Imam Suroso, MSc
Magister Manajemen & Bisnis Institut Pertanian Bogor (MB IPB)

BAB 1

PENDAHULUAN

 

1.1 Latar Belakang

Dengan semakin berkembangnya teknologi informasi saat ini, berbagai kegiatan dalam kehidupan sehari-hari akan berbasis komputer. Maka dalam suatu instansi, komputer merupakan sarana dalam menciptakan dan mengembangkan suatu sistem informasi handal. Oleh karena itu setiap orang harus mampu mengikuti arus informasi yang berkembang di dunia teknologi ini. Teknologi Informasi adalah suatu teknologi yang digunakan untuk mengolah data, termasuk memproses, mendapatkan, menyusun, menyimpan, memanipulasi data dalam menghasilkan informasi yang berkualitas, yaitu informasi yang relevan, akurat dan tepat waktu. Informasi yang berkualitas ini akan memudahkan user dalam mengambil keputusan secara tepat, cepat, dan bernilai strategis.

Informasi dapat diibaratkan sebagai darah yang mengalir di dalam tubuh manusia. Tanpa darah, manusia tidak akan dapat melanjutkan kehidupannya. Hal ini berlaku juga di dalam sebuah perusahaan, bagaimana peran informasi yang sangat besar dalam mendukung kelangsungan perusahaan. Akibat ketiadaan atau kekurangan informasi dalam waktu tertentu, perusahaan akan mengalami ketidakmampuan dalam mengelola dan mengontrol sumber daya secara terpadu, yang pada akhirnya akan mengalami kekalahan bersaing dengan para pesaingnya.

Upaya perusahaan dalam menghasilkan informasi yang handal harus dilakukan dengan mengembangkan Sistem Informasi Manajemen. Sistem Informasi Manajemen mencerminkan kemampuan perusahaan dalam mengelola informasi berbasis komputer secara menyeluruh dan terkoordinasi yang mampu mentransformasikan data menjadi informasi lewat serangkaian cara yang dapat meningkatkan produktivitas dan kinerja perusahaan dalam menjalankan aktivitasnya. Peran manajemen menjadi sangat penting dalam menghasilkan informasi, terkait pemetaan kebutuhan informasi, penentuan jenis dan kualifikasi informasi, dan penggunaan informasi tersebut yang didasarkan kepada “core business” dan tujuan perusahaan. Dengan kata lain, Sistem Informasi Manajemen memiliki cakupan lebih luas dari teknologi informasi yang merupakan bagian dari Sistem Informasi Manajemen.

Dalam perkembangannya, Sistem Informasi Manajemen (SIM) merupakan bagian dari pengendalian internal suatu bisnis yang meliputi pengelolaan manusia, dokumen, teknologi, dan prosedur oleh manajemen untuk memecahkan masalah bisnis, seperti biaya produksi, layanan, atau suatu strategi bisnis. SIM dibedakan dengan sistem informasi biasa karena SIM digunakan untuk menganalisis sistem informasi lain yang diterapkan pada aktivitas operasional organisasi. Secara akademis, istilah ini umumnya digunakan untuk merujuk pada kelompok metode manajemen informasi yang bertalian dengan otomasi atau dukungan terhadap pengambilan keputusan, misalnya sistem pendukung keputusan, sistem pakar, dan sistem informasi eksekutif. Perkembangan sistem informasi manajemen telah menyebabkan terjadinya perubahan yang cukup signifikan dalam pola pengambilan keputusan yang dilakukan oleh manajemen baik pada tingkat operasional (pelaksana teknis) maupun pimpinan pada semua jenjang.

Disamping itu, sistem informasi yang dimiliki seringkali tidak dapat bekerja dengan baik. Masalah utamanya adalah sistem informasi tersebut terlalu banyak informasi yang tidak bermanfaat atau justru sistem yang terlalu banyak data. Memahami konsep dasar informasi adalah sangat penting atau vital dalam mendesain sebuah sistem informasi yang efektif. Menyiapkan langkah atau metode dalam menyediakan informasi yang berkualitas adalah tujuan dalam mendesain sistem baru. Sebuah perusahaan mengadakan transaksi-transaksi yang harus diolah agar bisa menjalankan kegiatannya sehari-hari. SIM perusahaan merupakan pengeluaran modal yang besar dan harus dievaluasi dengan cara yang sama seperti investasi besar lain yang akan dilakukan oleh organisasi. Yang memperumit investasi itu adalah karena investasi tersebut memerlukan lebih dari sekedar pengeluaran uang yang besar. Manajemen seluruh organisasi harus berkomitmen untuk melaksanakan proses bisnis yang memungkinkan tiap proses bisnis lain di dalam organisasi melihat dan memahami transaksi tersebut. Kerumitannya adalah kenyataan bahwa banyak keuntungan SIM perusahaan tidak bersifat finansial.

1.2 Tujuan

Paper ini ditujukan untuk memberikan pengetahuan umum tentang materi sistem informasi manajemen. Dengan mempelajari isi paper ini, diharapkan dapat memperoleh pengetahuan dasar mengenai SIM dan memahami peran sistem informasi manajemen dalam proses pengambilan keputusan.

BAB II

TINJAUAN PUSTAKA

2.1 Sistem Informasi Manajemen

Sistem Informasi Manajemen (SIM) menurut O’Brien (2002) dikatakan bahwa SIM adalah suatu sistem terpadu yang menyediakan informasi untuk mendukung kegiatan operasional, manajemen dan fungsi pengambilan keputusan dari suatu organisasi. Sistem Informasi Manajemen (SIM) merupakan sistem informasi yang menghasilkan hasil keluaran (output) dengan menggunakan masukan (input) dan berbagai proses yang diperlukan untuk memenuhi tujuan tertentu dalam suatu kegiatan manajemen (Wikipedia, 2010).
Tujuan SIM, yaitu:

1. Menyediakan informasi yang dipergunakan di dalam perhitungan harga pokok jasa, produk, dan tujuan lain yang diinginkan manajemen.

2. Menyediakan informasi yang dipergunakan dalam perencanaan, pengendalian, pengevaluasian, dan perbaikan berkelanjutan.

3. Menyediakan informasi untuk pengambilan keputusan.
Secara sederhana dapat dikatakan bahwa sebuah sistem informasi 
melakukan pemrosesan data dan kemudian mengubahnya menjadi informasi. Menurut O’brien (2010) SIM merupakan kombinasi yang teratur antara people, hardware, software, communication network dan data resources (kelima unsur ini disebut komponen sistem informasi) yang mengumpulkan, merubah dan menyebarkan informasi dalam organisasi seperti pada Gambar 1.

Gambar 1. Komponen Sistem Informasi Sumber: O’Brien (2010)

Terdapat 3 peran utama sistem informasi dalam bisnis yaitu :

  • Mendukung proses bisnis dan operasional
  • Mendukung pengambilan keputusan
  • Mendukung strategi untuk keunggulan kompetitif

 

2.1.1 Teknologi Informasi
a. Definisi Teknologi Informasi

Teknologi Informasi biasa disebut TI, IT (Information Technology) atau Infotech. Berbagai definisi teknologi informasi telah diutarakan oleh beberapa ahli, diantaranya :

b. Haag den Keen (1996), Teknologi Informasi adalah seperangkat alat yang 
membantu pengguna bekerja dengan informasi dan melakukan tugas-tugas 
yang berhubungan dengan pemrosesan informasi.

  1. Martin (1999), Teknologi Informasi tidak hanya terbatas pada teknologi 
komputer (perangkat keras atau lunak) yang digunakan untuk memproses dan menyimpan informasi, melainkan juga mencakup teknologi komunikasi untuk mengirimkan informasi.

d. Williams dan Swayer (2003), Teknologi Informasi adalah teknologi yang menggabungkan komputasi (komputer) dengan jalur komunikasi berkecepatan tinggi yang membawa data, suara dan video.
Dari definisi diatas terlihat bahwa teknologi informasi baik secara implisit 
maupun eksplisit tidak sekedar berupa teknologi komputer, tetapi juga teknologi

telekomunikasi. Dengan kata lain, yang disebut teknologi informasi adalah gabungan antara teknologi komputer dan telekomunikasi.

b. Pengelompokan Teknologi Informasi

Telah diketahui bahwa teknologi informasi mencakup teknologi komputer dan teknologi komunikasi. Lebih rinci, teknologi infromasi dapat dikelompokan menjadi 6 teknologi, yakni teknologi komunikasi, teknologi masukan, teknologi perangkat lunak, teknologi penyimpanan, dan teknologi mesin pemroses.

  • Teknologi Komunikasi
  • Teknologi Masukan 
Teknologi masukan (input technology) adalah teknologi yang

berhubungan dengan peralatan untuk memasukkan data ke dalam sistem komputer. Piranti masukan yang lazim dijumpai dalam sistem komputer berupa keyboard dan mouse.

Mesin Pemroses (processing machine) lebih dikenal dengan sebutan CPU (Central Processing Unit), mikroprosesor, atau prosesor. Contoh prosesor yang terkeanl saat ini, antara lain adalah Intel dan AMD.

Teknologi penyimpanan dibedakan menjadi dua kelompok, yaitu memori internal dan penyimpanan eksternal.

Memori internal (biasa juga disebut main memory atau memori utama) berfungsi sebagai pengikat sementara baik bagi data, program, maupun informasi ketika proses pengolahannya dilaksanakan oleh CPU. Dua contoh memori internal yaitu ROM dan RAM. ROM (Read Only Memory) adalah memori yang hanya bisa dibaca, sedangkan RAM (Read Access Memory) adalah memori yang isinya bisa diperbaharui.

Penyimpanan eksternal (external storage) dikenal juga dengan sebutan penyimpanan sekunder. Penyimpanan eksternal adalah segala piranti yang berfungsi untuk menyimpan data secara permanen. Pengertian permanen disini berarti bahwa data yang terdapat pada penyimpanan akan tetap terpelihara dengan

baik sekalipun komputer sudah dalam keadaan mati (tidak mendapat aliran listrik). Harddisk, disket, dan flashdisk adalah contoh penyimpanan eksternal.

Teknologi keluaran (output technology) adalah teknologi yang berhubungan dengan segala piranti yang berfungsi untuk menyajikan informasi hasil pengolahan sistem. Layar dan monitor dan printer merupakan piranti yang biasa digunakan sebagai piranti keluaran.

Perangkat lunak (software) atau dikenal juga dengan sebutan program. Tentu saja untuk mengerjakan tugas komputer, diperlukan perangkat lunak sendiri. Sebagai contoh Microsoft Word merupakan contoh perangkat lunak pengolah kata yang berguna untuk membuat dokumen, sedangkan Adobe Photoshop adalah perangkat lunak yang berguna untuk mengolah gambar.

c. Komponen Sistem Teknologi Informasi

Yang dimaksud dengan sistem teknologi informasi adalah sistem yang terbentuk sehubungan dengan penggunaan teknologi informasi. Suatu sistem teknologi informasi pada dasarnya tidak hanya mencakup hal-hal yang bersifat fisik, seperti komputer dan printer, tetapi juga mencakup hal-hal yang tidak terlihat secara fisik, yaitu piranti lunak dan yang lebih penting lagi adalah orang. Dengan kata lain, komponen utama sistem teknologi informasi adalah berupa:

1. Data

2. Perangkat keras (hardware)

3. Perangkat lunak (software)

4. Perangkat Jaringan (netware)

5. Orang (brainware)

Gambar 3. Skema Sistem Teknologi Informasi Sumber: O’Brien (2010)

Sistem teknologi informasi dapat dibedakan dengan berbagai cara pengklasifikasian. Misalnya, menurut fungsi sistem (embedded IT system, dedicated IT system, dan general purpose IT system), menurut departemen atau perusahaan bisnis (sistem informasi akuntansi, sistem informasi pemasaran, sistem informasi produksi, dll), menurut dukungan terhadap level manajemen dalam perusahana (sistem pemrosesan transaksi, sistem pendukung keputusan, dan sistem informasi eksekutif), menurut ukuran dan menurut cara melayani permintaan (klien-server).

d. Peranan Teknologi Informasi

Peranan teknologi informasi pada aktifitas manusia pada saat ini memang begitu besar. Teknologi informasi telah menjadi fasilitator utama bagi kegiatan- kegiatan bisnis, memberikan andil besar terhadap perubahan-perubahan yang mendasar pada struktur,operasi dan manajemen organisasi. Berkat teknologi ini berbagai kemudahan dapat dirasakan oleh manusia. Pengambilan uang melalui ATM, transaksi melalui internet yang dikenal dengan E-Commerce atau perdagangan elektronik, transfer uang melalui E-Banking yang dapat dilakukan dirumah merupakan sejumlah contoh hasil penerapan teknologi informasi.

Secara garis besar dapat dikatakan bahwa :

  • Teknologi informasi menggatikan peran manusia. Dalam hal ini, teknologi informasi melakukan otomasi terhadap suatu tugas atau proses.
  • Teknologi memperkuat peran manusia, yakni dengan menyajikan suatu tugas atau proses.
  • Teknologi informasi berperan dalam restrukturisasi terhadap peran manusia. 
Dalam hal ini teknologi berperan dalam melakukan perubahan-perubahan terhadap sekumpulan tugas atau proses. Banyak perusahaan yang berani melakukan investasi yang sangat tinggi dibidang teknologi informasi. Alasan yang paling umum adalah adanya kebutuhan untuk mempertahankan dan meningkatkan posisi kompetitif, mengurangi biaya, meningkatkan fleksibilitas dan tanggapan.

2.2.2 Internet Working a. Intranet

Intranet adalah sebuah jaringan privat (private network) yang menggunakan protokol-protokol Internet (TCP/IP), untuk membagi informasi rahasia perusahaan atau operasi dalam perusahaan tersebut kepada karyawannya. Istilah intranet hanya merujuk kepada layanan yang terlihat, yakni situs web internal perusahaan. Untuk membangun sebuah intranet, maka sebuah jaringan haruslah memiliki beberapa komponen yang membangun internet, yakni Protocol Internet (Protokol TCP/IP, alamat IP, dan protokol lainnya), client dan juga server. Protokol HTTP dan beberapa protokol internet lainnya (FTP, POP3, atau SMTP) umumnya merupakan komponen protokol yang sering digunakan.

Gambar 4. Intranet Network

Umumnya, sebuah intranet dapat dipahami sebagai sebuah “versi pribadi dari jaringan Internet” atau sebagai sebuah versi dari internet yang dimiliki oleh sebuah organisasi. (http://id.wikipedia.org/wiki/Intranet)

b. Ekstranet

Ekstranet adalah jaringan pribadi yang menggunakan protokol internet dan sistem telekomunikasi publik untuk membagi sebagian informasi bisnis atau operasi secara aman kepada penyalur (supplier), penjual (vendor), mitra (partner), pelanggan dan lain-lain. Ekstranet dapat juga diartikan sebagai intranet sebuah perusahaan yang dilebarkan bagi pengguna di luar perusahaan. Perusahaan yang membangun ekstranet dapat bertukar data bervolume besar dengan EDI (Electronic Data Interchange), berkolaborasi dengan perusahaan lain dalam suatu jaringan kerjasama dan lain-lain.

Gambar 5. Jaringan Ekstranet
Jadi, ekstranet merupakan perluasan dari jaringan intranet yang biasanya

Menghubungkan jaringan satu jaringan lokal dengan jaringan lokal lainnya. Ekstranet memiliki security yang lebih aman dibandingakan dengan internet. (http://id.wikipedia.org/wiki/Ekstranet)

c. Internet
Internet (kependekan dari interconnected-networking) ialah rangkaian

komputer yang terhubung di dalam beberapa rangkaian. Manakala Internet (huruf ‘I’ besar) ialah sistem komputer umum, yang berhubung secara global dan menggunakan TCP/IP sebagai protokol pertukaran paket (packet switching communication protocol). Rangkaian internet yang terbesar dinamakan internet. Cara menghubungkan rangkaian dengan kaedah ini dinamakan internetworking.

Jadi, internet menggunakan suatu pengalamatan khusus untuk menyampaikan pesan atau informasi antar perangkat. Jaringan internet merupakan jaringan besar yang ada di dunia ini yang menghubungkan satu benua dengan benua lainnya (http://id.wikipedia.org/wiki/Internet)

2.2.3 E-commerce
E-commerce adalah istilah yang digunakan untuk menggambarkan

penjualan barang dan jasa melalui Internet. Dalam pengertian yang paling umum, hanya menciptakan situs Web yang mengiklankan dan mempromosikan produk dapat dianggap “e-commerce.” Dalam beberapa tahun terakhir, bagaimanapun e- commerce telah menjadi jauh lebih canggih. Bisnis e-commerce sekarang menawarkan toko online yang rumit di mana pelanggan dapat mengakses ribuan produk, pemesanan, pilih metode pengiriman yang diinginkan dan membayar untuk pembelian menggunakan kartu kredit mereka.

Sedangkan menurut O’Brien (2011), E-commerce adalah pembelian, penjualan, pemasaran, dan pelayanan produk, layanan, dan informasi melalui berbagai jaringan komputer. Banyak perusahaan sekarang menggunakan internet, intranet, extranet, dan jaringan lain untuk mendukung setiap langkah dari proses komersial, termasuk segala sesuatu dari dukungan iklan, penjualan, dan pelanggan di World Wide Web untuk keamanan Internet dan mekanisme pembayaran yang memastikan penyelesaian pengiriman dan proses pembayaran. Sebagai contoh, sistem e-commerce termasuk situs Web Internet untuk penjualan online, akses ke database persediaan ekstranet oleh pelanggan besar, dan penggunaan intranet perusahaan dengan tenaga penjualan untuk mengakses catatan pelanggan untuk manajemen hubungan pelanggan.

2.2.4 E- Business
e-Business atau Electronic business dapat didefinisikan sebagai aktivitas

yang berkaitan secara langsung maupun tidak langsung dengan proses pertukaran barang dan/atau jasa dengan memanfaatkan internet sebagai medium komunikasi dan transaksi ,dan salah satu aplikasi teknologi internet yang merambah dunia bisnis internal, melingkupi sistem, pendidikan pelanggan, pengembangan produk, dan pengembangan usaha. Secara luas sebagai proses bisnis yang bergantung pada

Sebuah sistem terotomasi. Pada masa sekarang, hal ini dilakukan sebagian besar melalui teknologi berbasis web memanfaatkan jasa internet. Terminologi ini pertama kali dikemukakan oleh Lou Gerstner, CEO dari IBM.

Marketspace adalah arena di internet, tempat bertemunya calon penjual dan calon pembeli secara bebas seperti layaknya di dunia nyata (marketplace). Mekanisme yang terjadi di marketspace pada hakekatnya merupakan adopsi dari konsep “pasar bebas” dan “pasar terbuka”, dalam arti kata siapa saja terbuka untuk masuk ke arena tersebut dan bebas melakukan berbagai inisiatif bisnis yang mengarah pada transaksi pertukaran barang atau jasa. (http://id.wikipedia.org/wiki/E-business).

E-business adalah praktek pelaksanaan dan pengelolaan proses bisnis utama seperti perancangan produk, pengelolaan pasokan bahan baku, manufaktur, penjualan, pemenuhan pesanan, dan penyediaan servis melalui penggunaan teknologi komunikasi, komputer, dan data yang telah terkomputerisasi. (Steven Alter. Information System: Foundation of E-Business. Prentice Hall. 2002)

 

BAB III

PEMBAHASAN

 

CASE STUDY QUESTION

1.   In which ways do smartphones helps these companies be more profitable?

Smartphone meningkatkan keuntungan perusahaan dengan mengorganisasikan pekerjaan dengan lebih efisien; mempermudah dalam bekerja seperti meninjau dan memperbaiki janji dan dokumen bahkan ketika sedang berpindah tempat; dan menjangkau informasi kapan saja seperti mengakses tv, radio, laporan keuangan, dan lainnya sehingga memungkinkan bisnis yang dijalankan selangkah lebih ke depan. Smartphone merupakan gabungan PDA, PC, Phones, dan kamera digital yang menjadikannya sebagai alat bisnis yang hebat. Keunggulan tersebut ditunjukkan dengan kemampuan terhubung dengan email dan web, menghubungkan dengan komputer untuk akses data, atau dapat berhubungan dengan karyawan dimanapun mereka berada. Fungsi kamera yang mampu mengambil dan mengirim gambar atau video, serta sebagai alat komunikasi yang lebih cepat seperti email.

CPE Energy

Magellan program merupakan program yang dibentuk dengan menggunakan fasilitas smartphone dalam menghubungkan pekerja dengan sistem dan sumberdaya yang dibutuhkan dalam menjalani bisnis. Manfaat yang dapat diperoleh dari menggunakan smartphone untuk kebutuhan bisnis antara lain:

  • Mengarahkan pada pengurangan biaya-biaya yang besar alokasinya. Dalam waktu setahun, smartphone mempercepat proses pembelian dan pengadaan sehingga menurunkan biaya mencapai 65% serta mengurangi penyimpanan hingga lebih dari $8 juta yang membawa kepada kepuasan konsumen dan perusahaan yang meningkat.
  • Menghemat waktu dalam suatu proses pekerjaan. Sehingga waktu yang tersisa dapat dimanfaatkan untuk pekerjaan lain. Sebagai contoh, pekerja tidak perlu ke kantor pusat ketika selesai melakukan pengecekan ketika terjadi kerusakan di salah satu tempat. Waktu yang diperoleh dari tidaknya melakukan perjalanan ke kantor pusat menjadi nilai tambah yang dapat dimanfaatkan untuk mengunjungi lokasi lainnya.
  • Meningkatkan kepuasan konsumen dan perusahaan karena pegawai dapat mengakses sistem dan informasi perusahaan dimanapun mereka berada. Selain itu, pelayanan yang diberikan perusahaan menjadi lebih cepat akibat kemudahan berinteraksi dan berkomunikasi antar pegawai.
  • Pekerja dapat mengakses data ketika mereka mobile dan tidak dibatasi rotasi. Kemampuan ini menjadi tambahan pelayanan bagi konsumen yang menimbulkan kenaikan permintaan dibandingkan organisasi lainnya.
  • Smartphone dilengkapi dengan digital camera dan dimanapun berada lebih mudah mengakses informasi.
  • Mudah dibawa kemanapun, dengan ukurannya yang kecil. Dapat lebih mudah berkomunikasi ketika dibutuhkan.

 Lloyd’s Construction

  • Perusahaan dapat dengan mudah mengatur asetnya seperti 100 karyawan, 30 truk, dan lebih dari 400 dumpsters. Pengendalian keseluruh aspek tersebut menjadi hal yang penting dalam bisnis ini.
  • Sebelumnya, perusahaan menggunakan kertas dan aplikasi accounting untuk melacak pekerja dan peralatan. Radio digunakan untuk berkoordinasi dengan pekerja di tempat kerja.
  • Manfaat terbesar dari penggunaan smartphone dengan e-Trace adalah penyelesaian masalah tenaga kerja. Software tersebut meliputi mapping dan travel data yang menunjukkan real time dari seluruh aset perusahaan.
  • Perusahaan memperkerjakan 12 supir, 22 foremen, dan 7 pekerja kantor yang menggunakan 41 handphone dengan e-Trace. Setiap paket data menghabiskan total $4000 per bulan, ditambah biaya pekerja.Total biaya yanh dikeluarkan Lloyd’s sebesar $50000 per tahun meliputi keseluruhan bisnis, akunting, dan masalah komunikasi.
  • Sebelum digunakan e-Trace, perusahaan mengeluarkan biaya akuntan selama 40 jam dalam seminggu. Sekarang, akuntan datang sekali seminggu selama 6 jam, sehingga menghemat $1000 dalam seminggu
  • Kegiatan pemasukan data dan job logging menjadi 1,5 kali lebih cepat dibandingkan ketika menggunakan radio dan kertas. Efisiensi bertambah dari perngurangan biaya bahan bakar hingga 30%.
  • Keuntungan bersih Lloyd’s diperkirakan meningkat sebesar 10% – 12% atau $1juta pada tahun 2007.

 

Smartphone membantu perusahaan salah satunya dengan cara pengurangan biaya-biaya yang tidak diperlukan, dan smartphone juga memberdayakan para karyawan agar pekerjaan selesai  dengan lebih cepat, tepat dan mudah untuk mencapai target perusahaan.  Sehingga membuat konsumen merasa lebih puas dengan kinerja perusahaan. Hanya dalam satu tahun, untuk menutup pembelian dan pengadaan penawaran menurun lebih dari 65 persen. Juga, tingkat persediaan dikurangi lebih dari $8 juta sejak program Magellan dimulai.

Sama halnya dengan CPS, Lloyd’s yang sudah mempertimbangkan setengah lusin produktivitas mobile software sebelum menetap di e-Trace, yang kebetulan datang dari sebuah perusahaan GearWorks, yang berbasis di kota seberang. Tidak hanya GearWorks lokal, tetapi software yang bekerja pada Sprint Nextel i560 dan i850 telepon, yang ditujukan untuk industri konstruksi. Lloyd’s sudah mulai membeli ponsel “push to talk” agar memisahkan pekerja dari radio yang sudah rusak. Software (e-Trace) ini menampilkan pemetaan terpadu dan perjalanan data yang menunjukkan lokasi saat ini di semua aset perusahaan.

Setelah masalahnya dapat teratasi, maka keuntungannya menjadi jelas. Perusahaan mempekerjakan 12 sopir, 22 mandor, dan 7 pekerja kantor yang menggunakan 41 ponsel yang menggunakan e-Trace. Perusahaan membeli paket data tak terbatas untuk setiap telepon, totalnya sekitar $4.000 per bulan. Tambahan biaya jaringan lainnya, dan Lloyd’s menghabiskan sekitar $50,000 per tahun untuk solusi bisnis, akuntansi, dan komunikasi yang lengkap.

2.      Why do you think this happened? What could companies do to improve the reception of these initiatives?

Ketika pertama kali teknologi diperkenalkan akan ada berbagai macam reaksi dari karyawan, ada yang menerima ataupun menolak. Para karyawan menolak karena karyawan merasa tidak nyaman dengan teknologi baru karena mereka harus mempelajari dari awal, yang membutuhkan waktu lama untuk belajar menggunakan teknologi baru tersebut. Untuk mengatasi hal ini perusahaan harus menemukan cara yang tepat agar teknologi ini dapat diterapkan. Salah satu caranya adalah perusahan menggunakan cara “step by step” , dimana perusahaan tidak secara penuh mengimplementasikan teknologi tersebut. Pertama kali perusahaan masih menggunakan teknologi lama di beberapa bagian dan menerapkan teknologi baru di bagian lainnya, sehingga pada jangka waktu tertentu kedua teknologi tersebut berjalan bersama. Disamping itu perusahaan juga harus mengadakan pelatihan untuk para karyawan agar dapat mempelajari dan terbiasa menggunakan teknologi baru tersebut.

Kekhawatiran yang timbul ketika diterapkannya teknologi yang baru disebabkan pemikiran akan biaya, kegunaan dan keamanannya. Pihak eksekutif memikirkan uang yang akan dikeluarkan untuk mengadakan teknologi baru tersebut, kemampuan teknologi itu dalam memberi dampak kemajuan di perusahaan, serta kemudahan dalam penerapan sistem yang baru tersebut.

CPS Energy

Perubahan yang terus terjadi membawa peningkatan di bidang teknologi dan menciptakan lapangan pekerjaan. Dalam persaingan bisnis yang kompetitif, industri tidak bisa bertahan dengan mengandalkan teknologi yang lama. Dalam menyakinkan pihak-pihak yang ragu, ditunjukkan inovasi yang dapat dilakukan smartphone atau teknologi lainnya yaitu penggunaannya sebagai kamera di lokasi kerja, mekanisme GPS, dan sebagai pemberitahuan darurat. Jika sebelumnya CPS Energy perlu membentuk divisi khusus yang memposisikan pekerjanya, maka dengan masuknya teknologi seorang pekerja mampu mengunjungi lokasi, mengambil gambar kerusakan dan mengirimnya ke kantor. Permasalahan tersebut dipecahkan dengan adanya voice email dan sms melalui smartphone.

Lloyd’s Construction

Sebelum sistem ini dipilih, Lloyd’s memeriksa kecocokan sistem yang baru sebelum diaplikasikan. Ketika perusahaan sudah membeli push-talk-phone untuk menggantikan radio, terdapat masalah dalam keterampilan karyawan menggunakannya. Oleh karena itu, karyawan dibimbing setahap demi setahap dari dasar hingga menguasai keseluruhan sistem yang baru, mulai dari fitur terdasar di handphone mereka. Selama 18 bulan, kedua sistem dijalankan berdampingan untuk membiasakan karyawan dengan sistem yang baru yaitu e-Trace.

Manusia pada dasarnya memiliki ketakutan ketika menghadapi perubahan dan cenderung merasa nyaman dengan sistem yang sudah ada. Ada pula karyawan yang tidak bisa menerima perubahan dan bekerjasama dengan perubahan. Beberapa solusi yang ditawarkan adalah dengan:

Pengenalan setahap demi setahap agar tidak kaget ketika memasuki sistem yang baru. Pengenalan dengan teknologi baru dilakukan dengan menghubungkan dengan proses sebelumnya sehingga akan terotomatisasi dengan cepat. Proses kerja menjadi lebih cepat dengan masuknya teknologi tersebut, serta didesain berdasarkan kebutuhan perusahaan. Harapannya, eksekutif akan melihat teknologi ini sebagai pembaharuan dengan menggabungkannya ke dalam suatu proses yang kontinyu sebagai suatu komponen penting dari suatu arah membawa pekerjaan.

Pelatihan atau pembinaan untuk mendekatkan dengan karyawan. Revolusi perubahan menggunakan smartphone dapat mempengaruhi manajemen perusahaan.

 

 3.      How could they have used the technology to create new products and services for their customers?

Perusahaan CPS dan Lloyd’s menggunakan smartphone untuk membuat proses pekerjaan mereka lebih efisien. Contohnya untuk perusahaan CPS  membantu perusahaan dengan tiga cara inovatif staf CPS menggunakan smartphone mereka sebagai kamera digital di situs pekerjaan, sebagai mekanisme pelacakan GPS, dan sebagai pemberitahuan penerima darurat. Di masa lalu, CPS mungkin harus mengirimkan sekelompok kecil pekerja “umum” untuk layanan panggilan untuk memastikan orang yang tepat berada di sana. Hari ini, satu pekerja dapat mengunjungi situs, mengambil foto dari bagian yang rusak dari peralatan atau infrastruktur, dan kemudian mengirimkannya kembali ke kantor pusat atau kantor. Kemudian ahli mendiagnosis masalah dan mengirimkan bersama petunjuk untuk memperbaiki masalah atau pengiriman  berita yang sesuai, yang tersedia langsung melalui e-mail suara dan SMS teks melalui smartphone. Selain itu, rantai distribusi pembeli dari perusahaan  juga dapat mengunjungi gudang  untuk bekerja dengan orang-orang yang benar-benar memesan, dan waktu order yang lebih cepat dan lebih proaktif dalam management keseluruhannya.

Sedangkan pada perusahaan Lloyd’s, software ini menampilkan pemetaan terpadu dan perjalanan data yang menunjukkan lokasi saat ini di semua aset perusahaan. Lloyd’s menemukan bahwa beberapa aset menghabiskan terlalu banyak waktu di luar tempat makan siang yang sama, tidak pada rute yang ditentukan. Teknologi ini dapat memberi tahu perusahaan mana saja karyawan yang beristirahat pada waktunya dan yang tidak.

Kami merekomendasikan bagi perusahaan CPS untuk lebih mengefisiensikan biaya yang dikeluarkan, salah satu cara dengan menerapkan sistem bekerja dari rumah bagi karyawan yang tidak diperlukan kehadirannya di kantor. Bagi karyawan yang dapat mengerjakan pekerjaannya dari rumah, dapat mengirimkan hasil pekerjaannya melalui jaringan yang dibangun oleh perusahaan menggunakan fasilitas internet. Dengan cara ini perusahaan dapat menghemat pengeluaran-pengeluaran yang berkaitan dengan biaya fixed cost, contohnya biaya sewa gedung serta biaya listrik.

Perusahaan juga perlu melakukan evaluasi penerapan teknologi smartphone secara kontinyu, agar dapat diketahui dan dinilai secara komprehensif dan up to date kelayakan teknologi tersebut. Hal ini ditujukan untuk memudahkan dalam proses penyempurnaan dan pengembangannya dengan berpatokan kepada prinsip benefit yang didapatkan jauh lebih besar daripada cost yang dikeluarkan.
Untuk perusahaan Lloyd’s, kami merekomendasikan mereka dapat membuat seperti sistem yang dapat mengetahui posisi inventaris perusahaan. Sehingga perusahaan dapat menghemat waktu pelaporan dan meminimalkan kehilangan inventaris sehingga dapat menghemat biaya. Pada inventaris tersebut dipasang sebuah bar kode , dimana apabila pegawai mereka mengecek inventaris tersebut dapat langseng memindai bar kode  menggunakan smartphone yang mereka miliki dan langsung mengirimkannya ke jaringan internet yang di bangun perusahaan. Contoh penggunaan bar kode:


Posted in Education by with comments disabled.

TUGAS INDIVIDU SISTEM INFORMASI MANAJEMEN

THE NEW YORK TIMES AND BOSTON SCIENTIFIC: TWO DIFFERENT WAYS OF INNOVATING WITH INFORMATION TECHNOLOGY

Dosen: Dr. Ir. Arif Imam Suroso, MSc

Magister Manajemen & Bisnis Institut Pertanian Bogor (MB IPB)


BAB I

PENDAHULUAN

 

Menurut O’Brien (2004), Sistem Informasi adalah cara-cara yang diorganisasi untuk mengumpulkan, memasukkan, mengolah, dan menyimpan data dan cara-cara yang diorganisasi untuk menyimpan, mengelola, mengendalikan dan melaporkan informasi sedemikian rupa sehingga sebuah organisasi dapat mencapai tujuan yang telah ditetapkan.

Sistem informasi terdiri dari komponen-komponen yang disebut blok bangunan (building blok), yang terdiri dari komponen input, komponen model, komponen output, komponen teknologi, komponen hardware, komponen software, komponen basis data, dan komponen kontrol. Semua komponen tersebut saling berinteraksi satu dengan yang lain membentuk suatu kesatuan untuk mencapai sasaran.

Komponen Sistem Informasi :

1. Komponen input

Input mewakili data yang masuk kedalam sistem informasi. Input disini termasuk metode dan media untuk menangkap data yang akan dimasukkan, yang dapat berupa dokumen-dokumen dasar.

2. Komponen model

Komponen ini terdiri dari kombinasi prosedur, logika, dan model matematik yang akan memanipulasi data input dan data yang tersimpan di basis data dengan cara yag sudah ditentukan untuk menghasilkan keluaran yang diinginkan.

3. Komponen output

Hasil dari sistem informasi adalah keluaran yang merupakan informasi yang berkualitas dan dokumentasi yang berguna untuk semua pemakai sistem.

4. Komponen teknologi

Teknologi merupakan “tool box” dalam sistem informasi, Teknologi digunakan untuk menerima input, menjalankan model, menyimpan dan mengakses data, menghasilkan dan mengirimkan keluaran, dan membantu pengendalian dari sistem secara keseluruhan.

5Komponen hardware

Hardware berperan penting sebagai suatu media penyimpanan vital bagi sistem informasi. Yang berfungsi sebagai tempat untuk menampung database atau lebih mudah dikatakan sebagai sumber data dan informasi untuk memperlancar dan mempermudah kerja dari sistem informasi.

6. Komponen software

Software berfungsi sebagai tempat untuk mengolah,menghitung dan memanipulasi data yang diambil dari hardware untuk menciptakan suatu informasi.

7. Komponen basis data

Basis data (database) merupakan kumpulan data yang saling berkaitan dan berhubungan satu dengan yang lain, tersimpan di pernagkat keras komputer dan menggunakan perangkat lunak untuk memanipulasinya. Data perlu disimpan dalam basis data untuk keperluan penyediaan informasi lebih lanjut.

8. Komponen control

Banyak hal yang dapat merusak sistem informasi, seperti bencana alam, api, temperatur, air, debu, kecurangan-kecurangan, kegagalan-kegagalan sistem itu sendiri, ketidak efisienan, sabotase dan lain sebagainya.

 

BAB II

TINJAUAN PUSTAKA

 

  1. a.      Shared Service

HR Shared Service adalah berbagi layanan. Semboyannya satu untuk semua, dengan cara mengintegrasikan dan sentralisasi semua aktivitas operasional/ transaksional sejenis melalui pemanfaatan tekhnologi informasi yang terintegrasi seperti ERP (Enterprise Resources Planning) sebagai platform-nya. Secara umum lingkup HR Shared Service mencakup eksekusi semua transaksi HR dan penanganan kebutuhan karyawan, Fungsi atau lini bisnis dan manajemen baik berupa jasa layanan maupun informasi HR.  Empat hal terpenting yang merupakan keunggulan sekaligus ciri utama HR Shared Service adalah :

  1. Standarisasi, streamline dan otomasi baik itu proses, program ataupun kebijakan melalui pemanfaatan teknologi informasi / ERP platform ataupun web based sejauh memungkinkan.
  2. Mengalihkan semua aktivitas transaksional termasuk administrasi data ke dalam konsep low cost channels (HR portal, HR service center dll) dan menekankan pola self service sebagai saluran utama delivery service-nya sehingga mudah, cepat dan murah.
  3. Mengintegrasikan dan konsolidasi layanan lintas region dan business unit seperti standarisasi, organization alignment.
  4. Memastikan kualitas layanan HR bisa terukur dalam perspektif ukuran bisnis secara kuantitatif, termonitor melalui dashboard serta world wide applied.

Dari keempat hal tersebut peranan Information Technology sangatlah penting, HR shared service mensyaratkan infrastruktur IT sebagai pilar utama disamping tiga pilar penting lainnya Organisasi, People dan Proses.

  1. b.      Entreprise Resource Planning ( ERP )

Dhewanto dan Falahah (2007) mendeskripsikan ERP sebagai sebuah konsep untuk merencanakan dan mengelola sumber daya organisasi agar dapat dimanfaatkan secara optimal untuk menghasilkan nilai tambah bagi seluruh pihak yang berkepentingan (stakeholder) atas organisasi tersebut.

Menurut Fan et al. dalam Yusuf et al. (2006), ERP pada dasarnya merupakan sebuah terminologi yang secara de facto merupakan aplikasi yang dapat mendukung transaksi atau operasi sehari-hari yang berhubungan dengan pengelolaan sumber daya sebuah perusahaan, seperti dana, manusia, mesin, suku cadang, waktu, material dan kapasitas. Sistem ERP dibagi atas beberapa sub-sistem yaitu:

  • Sistem Finansial
  • Sistem Distribusi
  • Sistem Manufaktur
  • Sistem Maintenance
  • Sistem Human Resource

Dapat dilihat bahwa data atau transaksi yang dicatat pada satu fungsi/bagian sering dimanfaatkan oleh fungsi/bagian yang lain. Misalnya daftar produk bisa dipakai oleh bagian pembelian, bagian perbekalan, bagian produksi, bagian gudang, bagian pengangkutan, bagian keuangan dan sebagainya. Oleh karena itu, unsur integrasi itu sangat penting dan merupakan tantangan besar bagi vendor sistem ERP.

Pada ERP sendiri terjadi perubahan paradigma dari sistem konvensional yang serba terisolasi ke arah penggunaan information technology yang lebih terintegrasi menghasilkan aliran informasi yang lebih lancar pada level organisasional maupun departemental .

Penerapan ERP akan mendatangkan keutungan berupa perencanaan produksi, pemrosesan pesanan, manajemen persediaan, pengiriman, maupun keuangan sehingga mendukung pencapaian keberhasilan perusahaan. Kegiatan bisnis akan terintegrasi dengan software ERP dan database umum yang dipelihara oleh DBMS. Menjadikan perusahaan yang efisien, responsif serta lincah dalam persaingan bisnis yang semakin ketat. Pengambilan keputusan dalam penggunaan ERP sebagai solusi IT dan Peranan informasi sangat diperlukan, beberapa karakteristik fundamental informasi adalah akurasi (ketepatan), relevansi (kebenaran), dan avalabilitas ketersediaan). Namun, beberapa penelitian mencatat beberapa permasalahan dengan sistem informasi manajemen konvensional, yaitu hanya menyediakan source data yang sudah ditentukan sehingga kerapkali terjadi miss-information antar departemen dan keterbatasan analisa data. Implementasi ERP ini sendiri memiliki beberapa resiko yang berkaitan dengan ukuran proyeknya, aplikasi teknologinya, struktur, stabilitas, strategi maupun penggunanya. Adapun beberapa biaya yang mungkin termasuk adalah biaya replacement yang lama ke sistem yang baru, biaya training dan peningkatan fasilitas, biaya konsultan maupun biaya tak terlihat seperti biaya depresi akibat pergantian sistem. Namun secara keseluruhan ERP memberikan manfaat yang pasti bila dalam penerapannya di dukung oleh komitmen yang tinggi dari perusahaan pengrajin bambu dan meningkatkan sumberdaya manusia yang memiliki kemampuan untuk mengoperasikannya.

 

Internetworking memiliki beberapa alasan yaitu:

  • ERP dapat menyelesaikan permasalahan perencanaan produksi baik proses
    maupun ketersediaan bahan baku, perencanaan pesanan, di berbagai lokasi.
  • ERP dapat meningkatkan kualitas dan efisiensi perusahaan karena dapat mengintegrasikan kegiatan usaha.
  • Dengan ERP Menurunkan biaya pemrosesan transaksi dan hardware, software, serta karyawan pendukung IT
  • ERP menyediakan informasi kinerja bisnis lintas fungsi yang sangat cepat sehungga mempermudah dalam pengambilan keputusan
  • Mengimplementasikan ERP memberikan manfaat untuk lebih mudah dalam memanfaatkan berbagai peluang baru

Penerapan sistem ERP pada perusahaan di sesuaikan dengan keadaan perusahaan. Perencanaa maupun penerapan ERP melalui proses yang dapat dipertanggungjawabkan. Penerapan tersebut tidak hanya didukung dengan ERP sebagai alat tetapi yang didukung oleh keempat komponen teknologi yaitu humanware, technoware, organware dan infoware. Dari konsep keempat komponen tersebut maka kesuksesan dalam ERP tergantung pada faktor-faktor sebagai berikut :

  • Management atau organisasi,  yang meliputi , pelatihan yang berkelanjutan, keterlibatan, pemilihan tim, komitmen stakeholder, serta peran dan tanggung jawab.
  • Proses, meliputi alignment, dokumentasi, integrasi, dan re-desain proses. Teknologi; meliputi hardware, software, manajemen sistem, dan interface. Data; yang meliputi file utama, file transaksi, struktur data, dan maintenance dan integrasi data.
  • Personel; yang meliputi edukasi, pelatihan, pengembangan skill, dan pengembangan pengetahuan

 

BAB III

PEMBAHASAN

 

CONTOH KASUS

New York Times dan Boston Scientific: Dua Inovasi Teknologi Informasi Yang Berbeda

Hampir semua orang memiliki teori mengenai bagaimana menyelamatkan industri surat kabar US. Sepertinya hanya konsensus saja yang perlu perubahan mendasar atau perubahan total namun menghilang. Pada The New York Times, kemungkinan inovasi peningkatan teknologi informasi yang kuat telah diangkat ke dalam agenda utama berulang kali.

Sebuah kelompok penelitian dan pengembangan yang dibuat pada tahun 2006 beroperasi sebagai pelayanan bersama di hampir 24 surat kabar, stasiun radio, dan lebih dari 50 situs Web.

“Peran kami adalah mengakselerasi masuknya kami ke platform baru dengan mengidentifikasi kesempatan, konseptualisasi, dan ide-ide prototip,” jelas Michael Zimbalist, wakil presiden sebuah perusahaan penelitian dan pengembangan.

12 staf Zimbalist termasuk para pakar dalam prototip yang cepat, spesialisasi di bidang mobile atau komputasi dan penggali data yang menyelidiki situs Web sebagai wawasan apa yang pengunjung lakukan. Mereka bekerja dalam kerangka kerja umum berdasarkan generasi ide, pengembangan, dan penyebaran diseluruh bisnis. Proyek-proyek terkini mencakup prototip-prototip untuk konsep dan tampilan baru, seperti halnya aplikasi-aplikasi Blackberry untuk Boston.com dan situs yang lebih mahir About.com. Kerjasama tim bertujuan untuk melengkapi dan mendukung inovasi dalam unit bisnis. Sebagai contoh, tim sedang membuat prototip E-Ink, sebuah teknologi tampilan baru; beberapa unit bisnis tidak dapat menghemat sumber daya untuk menyelidikinya.

Pada NYTimes.com, kelompok desain dan pengembangan produk Marc Frons, CTO dari Pelaksanaan Digital yang bekerja dengan tim Zimbalist dan pengembang Adobe pada aplikasi Times Reader 2.0, generasi berikutnya, sistem membaca pada layar yang dikembangkan pada platform Adobe AIR. Lebih lanjut Frons mendorong pemikiran maju dari 120 orang timnya dengan kontes inovasi 2 tahunan. Para pemenang mendapatkan uang tunai, pengakuan dan sumber daya untuk mengubah ide mereka menjadi kenyataan. Tipe proyek dinilai berlawanan dengan kriteria seperti pendapatan potensial atau nilai jurnalistik. Tidak halnya dengan proyek-proyek penelitian dan pengembangan. “Sejak kami membuat software, tidak ada investasi modal besar di muka,” ucap Frons, “dimana hal ini memungkinkan kami untuk bereksperimen. Penekanan pada pengembangan yang cepat.”

Times Widget, sebuah platform pembuatan widget, adalah pemenang kontes sebelumnya, seperti yang baru-baru ini diluncurkan oleh Times Wire, antarmuka yang dapat disesuaikan untuk konten online secara real-time. “Kami sedang mencoba untuk memecahkan permasalahan-permasalahan spesifik dan memikirkan kemana bisnis akan bergerak,” ucap Frons. Frons berfokus pada kenaikan pendapatan, pemotongan biaya, dan meningkatkan efisiensi melalui proses perbaikan dan otomatisasi.

The New York Times telah meluncurkan peta interaktif yang menunjukkan rental Netflix yang terkenal diseluruh 12 area kota besar US: New York, San Fransisco/Area teluk, Boston, Chicago, Washington, Los Angeles, Seattle, Minneapolis, Denver, Atlanta, Dallas, dan Miami. Jika anda seorang pecandu Netflix dan penggemar Twilight (dan tinggal di kota utama US), kebiasan rental anda sekarang ada di layar. Untuk membuat peta, The New York Times bekerja sama dengan Netflix. Peta merupakan database grafik dari 100 film Netflix yang paling banyak disewa tahun 2009 yang diletakkan di atas peta. Anda dapat mengeksplorasi secara grafik film Netflix utama tahun 2009 berdasarkan tiga kriteria: film yang dibenci atau dicintai oleh para kritikus, daftar huruf alfabet dan paling banyak disewa. Sebagai contoh, pilih yang paling banyak disewa, dan ketika kita menempatkan mouse diatas Zip Code, sebuah jendela baru muncul menunjuk kepada anda rental utama Netflix apa pada daerah spesifik.

Beberapa kecenderungan tidak mengejutkan: film Netflix tahun 2009 yang paling terkenal adalah The Curious Case of Benjamin Button, meskipun Slumdog Millionaire dan Twilight keduanya berada di 10 besar. Milk, sebuah cerita dari Harvey Milk, aktivis San Fransisco, dahulu terkenal di San Fransisco dan pusat kota lainnya, tetapi tidak banyak di pinggiran selatan kota (seperti Dallas dan Atlanta). Mad Men, sebuah drama tahun 1960 mengatur tentang eksekutif periklanan, dahulu berkibar di sebagian Manhattan dan Brooklyn, tapi tidak di kota besar lainnya. Ini hampir tidak disebutkan di Denver dan Dallas, dan tidak sama sekali di Miami.

Peta ini menunjukkan beberapa kecenderungan yang menarik: Beberapa Big blockbuster tidak seterkenal di pusat kota (Wanted dan Transformers: Revenge of the Fallen, hampir tidak membuat percikan di pusat kota Manhattan dan San Fransisco), meskipun ini dapat disebabkan oleh fakta bahwa banyak orang yang menonton Blockbusters di bioskop. Last Chance Harvey, sebuah drama komedi romantis yang diperankan Dustin Hoffman dan Emma Thompson, dahulu dinikmati di pinggiran kaya kota (seperti Scarsdale), namun bukan di pusat kota (seperti Manhattan). Film Tyler Perry (Tyler Perry’s Madea Goes to Fail dan Tyler Perry’s The Family That Preys) dahulu sangat terkenal di kawasan yang didominasi kulit hitam.

Sejauh ini dari sekian banyak inovasi yang dilakukan di The New York Times dapat diklasifikasikan sebagai proses atau inovasi produk. Biasanya sebuah perusahaan sehat dan berkembang harus memfokuskan 90-95% inovasi dollarnya terhadap inovasi bisnis inti dan 5-10% terhadap model bisnis baru, kata Mark Johnson, pimpinan konsultasi inovasi strategi Innosight. Namun demikian ia menambahkan, “Industri surat kabar saat ini banyak masalah, dimana inovasi model bisnis model menjadi lebih penting daripada hal lainnya.”

Sekarang adalah waktu yang baik-dan-buruk untuk mengembangkan inovasi. “Anda memiliki perhatian kepemimpinan yang dibutuhkan,” ucap Johnson. “Tetapi ini lebih sulit, dimana terdapat sebuah tingkat kepentingan untuk memperbaiki keuangan, dan sabar dalam membuka model bisnis baru yang sangat sulit untuk dilakukan.”

The New York Times berfokus melakukan percobaan dengan sejumlah inisiatif yang berbeda, namun Boston Scientific menghadapi banyak tantangan yang berbeda: bagaimana mendorong inovasi tanpa membuka risiko pengungkapan dan kebocoran dari nilai kekayaan intelektual. Dan perusahaan telah beralih ke teknologi untuk membantu campuran yang tepat antara akses dan keamanan.

Boston Scientific ingin meruntuhkan hambatan yang menghalangi pengembang produk dari pengaksesan penelitian yang masuk ke kesuksesan perangkat medis sehingga mereka dapat menciptakan produk baru lebih cepat. Namun membuat data lebih mudah diakses akan membuka jalan potensial untuk pencurian informasi bernilai jutaan bahkan miliar dollar. Ini merupakan permasalahan klasik privasi data perusahaan.

“Semakin banyak informasi pengetahuan yang anda berikan kepada pekerja, maka semakin efektif mereka menciptakan nilai-nilai bagi perusahaan,” kata Boris Evelson, seorang analis utama di Forrester. “Hal ini membuat risiko pengungkapan – bahwa seseorang akan pergi dengan membawa data dan memberikannya kepada pesaing.”

Tekanan ini memaksa perusahaan mengeluarkan 8 milyar dollar untuk mencari perangkat lunak yang memungkinkan komunitas perekayasaan yang lebih luas untuk berbagi pengetahuan ketika mengelola akses dalam pengembangan produk data, ujar Jude Currier, manajemen pengetahuan jantung dan pembuluh darah serta praktek-praktek inovasi memimpin di Boston Scientific. “Keamanan aktif adalah cara untuk mengatasi masalah ini,” ujar Currier.

Sehingga mamantau secara rutin siapa yang mengakses apa, dan menyesuaikan izin sebagai perubahan kondisi-kondisi bisnis.

Mempertahankan jalur dari semua alat stent, alat pacu jantung dan kateter yang selalu baru sangatlah penting karena jumlah barang yang berhubungan dengan jantung sebanyak 80% dari penjualan Boston Scientific. Selama lebih dari beberapa tahun terakhir, teknisi difokuskan pada perbaikan sistem kualitas, ujar Currier. Boston Scientific telah mewarisi permasalahan regulasi dari akuisisi yang disebabkan selama kurun waktu itu. Saat ini situasi tersebut terkendali, perusahaan siap untuk menghidupkan kembali inovasi internal.

Boston Scientific merupakan pencetus penemuan perangkat lunak Manchine’s Goldfire, yang memberikan paduan yang tepat antara keterbukaan dan keamanan data, ujar Currier. Sebelumnya pengembang-pengembang produk Boston Scientific bekerja dalam gudang tertutup dengan akses yang terbatas untuk penelitian kolega-koleganya pada batas produk yang berbeda. Informasi terkunci bahkan apabila para ilmuwan menemukan sesuatu yang berguna dari proyek sebelumnya, mereka seringkali tidak punya akses untuk itu. “Kami merubahnya,” ujar Currier.

Goldfire membuat alur kerja otomatis keluar seperti tugas sebagai penganalisa pasar dan pemerah kekayaan intelektual perusahaan. Ini menggabungkan data internal perusahaan dengan informasi yang bersumber dari umum, seperti database pemerintah federal.

Peneliti-peneliti dapat menggunakan perangkat lunak untuk menemukan hubungan dari sumber-sumber yang berbeda, misalnya dengan menyorot persamaan ide. Teknisi-teknisi dapat menggunakan analisis tersebut untuk memperoleh ide produk-produk baru dan memulai studi kelayakannya. Tujuannya adalah untuk mendapatkan teknisi yang dapat mengakses penelitian teknisi lainnya.

“Orang yang berada dalam masalah tidak sabar menunggu datangnya hari itu,” katanya.

Meskipun tujuannya adalah untuk memperoleh keterbukaan yang lebih, namun tidak semua data dapat dibuka selamanya. Sebagai contoh, semakin dekat proyek dengan tahap hak paten, akses data terbatas hanya pada segelintir orang, kata Currier.

Dia menambahkan bahwa sejak memasang Goldfire, aplikasi hak paten terjadi dibandingkan dengan kelompok rekayasa serupa yang tidak menggunakan alat Goldfire. “Kami harus mendidik orang bahwa kami tidak membuang keamanan sembarang tetapi membuat pengetahuan yang berharga untuk organisasi, “katanya.

 

PERTANYAAN STUDI KASUS

 

1. Seperti yang dinyatakan dalam kasus, The New York Times memilih untuk menyebarkan inovasi dukungan kelompok mereka sebagai sebuah layanan di seluruh unit bisnisnya. Menurut anda apakah pengertian tersebut? Keuntungan apa yang didapat dari pemilihan pendekatan tersebut? Apakah ada kelemahannya juga?

Saat ini industri surat kabar sedang dalam permasalahan, dimana inovasi model bisnis model menjadi lebih penting daripada hal lainnya. Saya pribadi setuju dengan pendapat yang diungkapkan oleh Mark Johnson, seorang pimpinan konsultasi inovasi strategi Innosight, yang menyatakan apabila The New York Times tetap memiliki model terdahulu dalam menjalankan bisnisnya maka sisi pendapatan untuk perusahaan akan menurun. The New York Times telah melakukan tindakan yang benar untuk mengatasi hal tersebut yaitu dengan mengembangkan inovasi yang baru terhadap bisnisnya. Peranan teknologi informasi sangatlah penting, shared service mensyaratkan infrastruktur teknologi informasi sebagai pilar utama disamping tiga pilar penting lainnya Organisasi, People dan Proses. Selain itu dalam membuat inovasi ini dimaksudkan untuk memberikan kesempatan kepada anggota di semua unit usahanya agar dapat berkontribusi untuk The New York Times sehingga akan timbul kerja sama dan memberikan sinergi dalam mengembangkan dan menerapkan inovasi di semua unit usaha. Sejauh ini dari sekian banyak inovasi yang dilakukan di The New York Times dapat diklasifikasikan sebagai proses atau inovasi produk. Saya pun sependapat dengan Mark Johnson, bahwa sebuah perusahaan yang sehat dan berkembang harus memfokuskan bisnisnya terhadap inovasi bisnis inti sebanyak 90-95% sedangkan sisanya 5-10% untuk model bisnis baru. Namun hal ini cukup sulit untuk dilakukan, dimana diperlukan perhatian dari pemimpin dan juga terdapat sebuah tingkat kepentingan untuk memperbaiki keuangan, serta kesabaran dalam membuka model bisnis baru.

Apabila memilih pendekatan pengembangan inovasi baru, maka akan diperoleh beberapa keuntungan. Antara lain perusahaan akan terbentuk dan berkesinambungan, sehingga membuat perusahaan menjadi kokoh karena karyawan turut langsung melakukan inovasi ini, kemudahan memberikan masukan, mengikuti teknologi informasi yang sedang berkembang, memperluas jaringan dengan berbagai jenis kelompok/segmen, membuka interaksi baru dengan masyarakat atau golongan tidak hanya melalui majalah/news paper, tetapi juga melalui cara lain seperti contoh hubungan antara Netflix rentals, dan rasa loyalitas karyawan terhadap perusahaan akan semakin tinggi sehingga berbagai ide akan cepat digali dari karyawan sehingga akan dapat meningkatkan pendapatan perusahaan dan tercapai efisiensi terhadap hal biaya karena proses perbaikan dan proses kerja dengan menggunakan sistem informasi memadai.

Sedangkan kelemahannya adalah proses pengambilan keputusan memakan waktu lebih lama, karena melibatkan hampir semua karyawan di semua unit usaha dan di semua tingkatan yang tentu memiliki latar belakang yang berbeda-beda dan juga memiliki ide, pendapat, karakter, selera, dan kepentingan yang beraneka ragam dan mungkin juga saling bertentangan antara satu dengan yang lain.

 

2. Boston Scientific menghadapi tantangan dengan menyeimbangkan keterbukaan dan berbagi dengan keamaan dan kebutuhan pembatasan akses ke informasi. Bagaimana penggunaan teknologi yang dapat memungkinkan perusahaan untuk mencapai kedua tujuan tersebut pada waktu yang bersamaan? Perubahan budaya apa saja yang dibutuhkan untuk kemungkinan tersebut? Apakah hal-hal tersebut menjadi sangat penting daripada teknologi terkait isu di atas? Berikan beberapa contoh untuk mendukung jawaban anda.

Dampak positif yang dapat diambil terhadap teknologi informasi ini adalah memungkinkan perusahaan untuk dapat saling memberi dan mendapatkan informasi antar satu perusahaan dengan perusahaan lain dalam mencapai tujuan. Akses web site antara satu perusahaan dengan perusahaan lain atau dari masyarakat merupakan sesuatu yang lazim dan tidak dapat dihindari.sehingga dari proses itu akan menimbulkan dampak negatif dengan memanfaatkan kondisi ini  para pesaing untuk mendapatkan berbagai informasi yang sebenarnya merupakan rahasia perusahaan jika perusahaan tidak melakukan pembatasan terhadap akses ini. Contoh teknologi ini adalah untuk informasi-informasi yang sifatnya rahasia perusahaa, tidak semua orang dapat mengakses informasi tersebut hanya orang-orang tertentu saja yang dapat mengaksesnya dengan menggunakan password, sehingga dampak negatif dapat diminimalkan. Oleh karena itu, untuk meminimalkan dampak negatif dari keterbukaan informasi digunakan sistem alur kerja otomatis untuk membatasi akses informasi dan mengetahui rekam jejak dari pengakses data.

Jenis budaya yang memungkinkan untuk menjaga keseimbagan tersebut adalah budaya “bekerja dengan cara memonitor aktivitas siapa mengakses apa” dan melakukan perubahan otorisasi dalam mengakses infomasi tersebut ketika kondisi bisnis berubah. Budaya dalam dalam mengantisipasi dampak negatif dari keterbukaan informasi dalam teknologi informasi lebih penting daripada teknologi itu sendiri dikarenakan teknologi hanyalah sebagai alat bantu sementara rahasia perusahaan adalah segalanya. Apabila rahasia perusahaan dibobol oleh pihak pesaing, kelangsungan hidup perusahaan tersebut sudah pasti akan terancam.

Boston Scientific menggabungkan cara cara menembus kontrol yang menghambat akses informasi satu sama lain sehingga terjadi keterbukaan akses informasi  dan juga hal ini dapat mempermudah untuk mengembangkan produk atau inovasi baru. Untuk mengurangi dampak negatif  dari hal ini diperlukan sisitem untuk membatasi akses tersebut, dilakukan dengan cara: Menggunakan ‘’active security”  dan yang dipakai oleh Boston Scientific dinamakan Sofware Gold Fire, Memonitor aktivasi dan siapa yang meng akses dan konten apa yang diakses,Menetapkan aturan prosedur untuk mengakses, Melakukan review dan pemeliharaan system keamanan secara berkala.

3. Peta penyewaan video yang dikembangkan oleh The New York Times dan Netflix grafis menampilkan film populer di seluruh lingkungan dari kota-kota besar di Amerika Serikat. Bagaimana Netflix menggunakan informasi ini untuk meningkatkan bisnis mereka? Dapatkah perusahaan-perusahaan lain mengambil keuntungan dari data ini? Bagaimana? Berikan beberapa contoh.

New York Times dan Netflix grafis mengembangkan peta penyewaan video yang menampilkan film-film popular di seluruh lingkungan dari kota-kota besar di Amerika Serikat adalah untuk memberikan informasi kepada para pelanggan tentang film-film apa saja yang pada saat ini paling disukai dan paling tidak disukai oleh masyarakat luas di setiap negara bagian di mana pelanggan itu tinggal, dan juga menampilkan judul-judul film yang paling banyak disewa oleh pelanggan. Informasi ini tentu sangat berguna bagi Nefflix dalam mengambil keputusan. Dengan informasi ini dapat diketahui peta permintaan masyarakat. Dengan demikian dapat diputuskan film-film apa yang perlu diperbanyak dan film-film apa yang perlu dibatasi.

Perusahaan-perusahaan lain bisa saja mengambil keuntungan dari penerapan informasi tersebut karena peta tersebut menunjukkan tingkat permintaan masyarakat pada film-film tertentu, sehingga perusahaan pesaing dapat memanfaatkan informasi tersebut kepentingan bisnisnya. Namun manfaat yang diperoleh tidak banyak dan tidak perlu dikhawatirkan karena peta ini lebih mengarah pada kharakteristik pelanggan Netflix, bukan selera masyarakat secara umum. Artinya film yang masuk kategori popular berdasarkan peta Netflix belum tentu popular di matas masyarakat umum.

Contohnya adalah film yang populer di pelanggan Netflix di tahun 2009 adalah The Curios Case of Benjamin Button padahal film yang populer di Top Ten Blockbuster adalah Slumdog Millionair dan Twilight. Milk, sejarah tentang activist Harvey Milk San Fransisco adalah popular di San Fransisco, tetapi tidak di kota-kota lain. Drama Mad Man mendapat sambutan hangat di Manhattan dan Brooklyn, tetapi tidak di sebagaian besar kota-kota lainnya.

 

BAB IV

KESIMPULAN

 

Sistem informasi dan teknologi informasi yang digunakan oleh kedua perusahaan dalam hal inovasi bisnis seperti yang dilakukan oleh New York Times yaitu bekerja sama dengan Netflix untuk mengetahui kesenangan masyarakat di suatu area pada perfilman dan Boston Scientific yang menggunakan teknologi informasi unutk menjaga keamanan informasi perusahaan namun masih dapat diakses untuk melihat informasi yang umum, membantu kinerja perusahaan dalam menggapai tujuan perusahaan. Sehingga dengan cara ini perusahaan dapat lebih meningkatkan efektifitas dan efisiensi perusahaan namun tetap dekat dengan masyarakat dan karyawannya. Penggunaan teknologi informasi dapat memungkinkan perusahaan untuk dapat saling memberi dan mendapatkan informasi antar satu perusahaan dengan perusahaan lain dalam mencapai tujuan.

 

 


Posted in Uncategorized by with comments disabled.

MARKETING MIX (4P) & EXTENDED MARKETING MIX (4P)

MARKETING MIX

Menurut Kotler (2005:17) bahwa Bauran Pemasaran (Marketing Mix) adalah seperangkat alat pemasaran yang digunakan perusahaan untuk terus-menerus mencapai tujuan pemasarannya di pasar sasaran. Berdasarkan definisi tersebut diatas bahwa bauran pemasaran adalah kombinasi beberapa elemen bauran pemasaran untuk memperoleh pasar, pangsa pasar yang lebih besar, posisi bersaing yang kuat dan citra positif pada pelanggan sehingga dapat kita artikan bahwa tujuan pemasaran adalah untuk meningkatkan jumlah pelanggan, meningkatkan hasil penjualan, serta dapat memberikan keuntungan untuk perusahaan dan stakeholdernya.

 

1.      Product (Produk)

Definisi produk menurut Philip Kotler adalah : “A product is a thing that can be offered to a market to satisfy a want or need” . Produk adalah sesuatu yang bisa ditawarkan ke pasar untuk mendapatkan perhatian, pembelian, pemakaian, atau konsumsi yang dapat memenuhi keinginan atau kebutuhan. Produk merupakan suatu hasil dari proses yang dipengaruhi oleh kekuatan pasar (supply vs demand) yang diperankan oleh fungsi operation dalam menciptakan atau pengadaan barang dan jasa pada basis biaya (cost) dan oleh fungsi marketing dalam hal memahami kebutuhan dan keinginan customer (consumer behavior).

 

2.      Price (Harga)

Definisi harga menurut Philip Kotler adalah : “Price is the amount of money charged for a product or service. More broadly, price is the sum of all the value that consumers exchange for the benefits of having or using the product or service”. Harga adalah sejumlah uang yang dibebankan untuk sebuah produk atau jasa. Secara lebih luas, harga adalah keseluruhan nilai yang ditukarkan konsumen untuk mendapatkan keuntungan dari kepemilikan terhadap sebuah produk atau jasa.

Sedangkan Stanton mendefinisikan harga: “Price is the amount of money and or goods needed to acquire some combination of another goods and its companying services”. Pengertian di atas mengandung arti bahwa harga adalah sejumlah uang dan atau barang yang dibutuhkan untuk mendapatkan kombinasi dari barang yang lain yang disertai dengan pemberian jasa. Harga merupakan elemen dari bauran pemasaran yang bersifat fleksibel, dimana suatu saat harga akan stabil dalam waktu tertentu tetapi dalam seketika harga dapat juga meningkat atau menurun dan juga merupakan satu-satunya elemen yang menghasilkan pendapatan dari penjualan.

Perusahaan menetapkan suatu harga dengan melakukan pendekatan penetapan harga secara umum yang meliputi satu atau lebih diantara tiga perangkat perimbangan berikut ini yakni:

 

1. Cost-Based Pricing (Penetapan harga berdasarkan biaya)

a) Cost-Plus-Pricing (Penetapan harga biaya plus)

Metode ini merupakan metode penelitian harga yang paling sederhana, dimana metode ini menambah standar mark-up terhadap biaya produk.

b) Break Even Analysis and Target Profit Pricing (Analisis Peluang pokok dan penetapan harga laba sasaran).

Suatu metode yang digunakan perusahaan untuk menetapkan harga apakah akan break even atau membuat target laba yang akan dicari.

2. Value-Based Pricing (Penetapan harga berdasarkan nilai)

Metode ini menggunakan satu persepsi nilai dari pembeli (bukan dari biaya penjualan) untuk menetapkan suatu harga.

3. Competition-Based Pricing (Penetapan harga berdasarkan persaingan)

a) Going-rate Pricing (Penetapan harga berdasarkan harga yang berlaku)

Perusahaan mendasarkan harganya pada harga pesaing dan kurang memperhatikan biaya dan permintaannya. Perusahaan dapat mengenakan harga yang sama, lebih tinggi atau lebih rendah dan pesaing utamanya.

b) Scaled-Bid Pricing (Penetapan harga penawaran tertutup)

Perusahaan menetapkan pesaing dan bukan berdasarkan hubungan yang kaku atas biaya atau permintaan perusahaan.

 

3.      Promotion (Promosi)

Definisi menurut Stanton adalah: “Promotion mix is the combination of operasional selling, sales person, public relation. These are the promotional tools that help an organization to achieve its marketing objective”. Sedangkan menurut Kotler yang dimaksud dengan promosi adalah : “Promotion includes all the activities the company undertakes to communicate and promote its product the target market”.

Menurut Philip Kotler, promotion tools didefinisikan sebagai berikut :

1. Advertising (Periklanan)

Suatu promosi barang atau jasa yang sifatnya non personal dilakukan oleh sponsor yang diketahui.

2. Personal selling (Penjualan perorangan)

Penjualan perorangan yang dilakukan oleh para wiraniaga yang mencoba dan membujuk untuk melakukan penjualan sekaligus.

3. Sales promotion (Promosi penjualan)

Suatu kegiatan yang dimaksud untuk membantu mendapatkan konsumen yang bersedia membeli produk atau jasa suatu perusahaan.

4. Public relation (Publisitas)

Suatu kegiatan pengiklanan secara tidak langsung dimana produk atau jasa suatu perusahaan disebarluaskan oleh media komunikasi.

 

4.      Place (Distribusi)

Definisi menurut Philip Kotler mengenai distribusi adalah : “The various the company undertakes to make the product accessible and available to target customer”. Berbagai kegiatan yang dilakukan perusahaan untuk membuat produknya mudah diperoleh dan tersedia untuk konsumen sasaran.

Keputusan penentuan lokasi dan saluran yang digunakan untuk memberikan jasa kepada pelanggan melibatkan pemikiran tentang bagaimana cara mengirimkan atau menyampaikan jasa kepada pelanggan dan dimana hal tersebut akan dilakukan. Ini harus dipertimbangkan karena dalam bidang jasa sering kali tidak dapat ditentukan tempat dimana akan diproduksi dan dikonsumsi pada saat bersamaan. Saluran distribusi dapat dilihat sebagai kumpulan organisasi yang saling bergantungan satu sama lainnya yang terlibat dalam proses penyediaan sebuah produk/pelayanan untuk digunakan atau dikonsumsi. Penyampaian dalam perusahaan jasa harus dapat mencari agen dan lokasi untuk menjangkau populasi yang tersebar luas.

Sebagai salah satu variabel marketing mix, place/ distribusi mempunyai peranan yang sangat penting dalam membantu perusahaan memastikan produknya, karena tujuan dari distribusi adalah menyediakan barang dan jasa yang dibutuhkan dan diinginkan oleh konsumen pada waktu dan tempat yang tepat.

 

EXTENDED MARKETING MIX

 5.     Process

People merupakan aset utama dalam industri jasa, terlebih lagi people yang merupakan karyawan dengan performance tinggi. Kebutuhan konsumen terhadap karyawan berkinerja tinggi akan menyebabkan konsumen puas dan loyal. Kemampuan knowledge (pengetahuan) yang baik, akan menjadi kompetensi dasar dalam internal perusahaan dan pencitraan yang baik di luar. Faktor penting lainnnya dalam people adalah attitude dan motivation dari karyawan dalam industri jasa. Moment of truth akan terjadi pada saat terjadi kontak antara karyawan dan konsumen. Attitude sangat penting, dapat diaplikasikan dalam berbagai bentuk, seperti penampilan karyawan, suara dalam bicara, body language, ekspresi wajah, dan tutur kata. Sedangkan motivasi karyawan diperlukan untuk mewujudkan penyampaian pesan dan jasa yang ditawarkan pada level yang diekspetasikan.

6.     People

Process, mutu layanan jasa sangat bergantung pada proses penyampaian jasa kepada konsumen. Mengingat bahwa penggerak perusahaan jasa adalah karyawan itu sendiri, maka untuk menjamin mutu layanan (quality assurance), seluruh operasional perusahaan harus dijalankan sesuai dengan sistem dan prosedur yang terstandarisasi oleh karyawan yang berkompetensi, berkomitmen, dan loyal terhadap perusahaan tempatnya bekerja.

7.     Physical Evidence

Building merupakan bagian dari bukti fisik, karakteristik yang menjadi persyaratan yang bernilai tambah bagi konsumen dalai perusahaan jasa yang memiliki karakter . Perhatian terhadap interior, perlengkapan bangunan, termasuk lightning system, dan tata ruang yang lapang menjadi perhatian penting dan dapat mempengaruhi mood pengunjung. Bangunan harus dapat menciptakan suasana dengan memperhatikan ambience sehingga memberikan pengalaman kepada pengunjung dan dapat membrikan nilai tambah bagi pengunjung, khususnya menjadi syarat utama perusahaan jasa dengan kelas market khusus.

8.     Productivity & Quality

Produktivitas adalah sejauh mana efisiensi masukan-masukan layanan ditransformasikan ke dalam hasil-hasil layanan yang dapat menambah nilai bagi pelanggan, sedangkan kualitas adalah derajat suatu layanan yang dapat memuaskan pelanggan karena dapat memenuhi kebutuhan, keinginan, dan harapan. Dalam Jasa juga ada komponen biaya yang dihitung berdasarkan aktivitas, makanya kita mengenal istilah activity based accounting. Sementara itu kualitas sangat penting pada Jasa ketimbang pada produk. Jika produk kualitas rendah masih bisa laku di pasar, tidak demikian halnya dengan Jasa.


Posted in Education, Marketing by with comments disabled.

TUGAS SISTEM INFORMASI MANAJEMEN – STUDI KASUS 2 (R50 MB IPB)

The New York Times dan Boston Scientific : Dua Inovasi Yang Berbeda Cara Dalam Teknologi Informasi

Hampir semua orang memiliki teori tentang bagaimana untuk menyelamatkan industri surat kabar di Amerika Serikat. Pilihan yang dapat ditempuh diantaranya adalah melakukan perubahan secara mendasar atau tidak melakukan apapun dan membiarkan hilang total. Di The New York Times, tuntutan pengembangan inovasi di dalam bidang IT telah menjadi pokok pembahasan utama sejak lama.

Sebuah kelompok penelitian dan pengembangan, yang didirikan pada tahun 2006, beroperasi sebagai sebuah layanan bersama bagi sekitar 24 surat kabar, sebuah stasiun radio, dan lebih dari 50 situs Web.

“Kami mempunyai peran untuk mempercepat masuknya kami ke dalam suatu platform baru dengan mengidentifikasi kesempatan, konseptualisasi, dan bentuk dasar dari ide – ide,” jelas Michael Zimbalist, wakil presiden dari salah satu perusahaan R & D.

Zimbalist memiliki 12 staf yang di dalamnya adalah para ahli di dalam bentuk dasar yang cepat, spesialis di bidang mobile atau komputasi awan dan penyedia data yang berhubungan dengan situs Web untuk masuk ke dalam wawasan tentang apa yang mereka lakukan. Mereka melakukan pekerjaan dengan sebuah kerangka kerja yang umum yang memiliki dasar kepada generasi ide, pengembangan dan penyebaran secara menyeluruh pada bisnis. Proyek – proyek yang yang berjalan sekarang memasukkan bentuk – bentuk dasar untuk tampilan dan konsep yang baru, seperti aplikasi untuk Blackbery untuk Boston.com dan situs yang lebih ahli seperti About.com. Kerjasama tim yang ada bertujuan untuk saling melengkapi dan memberikan dukungan untuk terjadinya suatu inovasi di dalam sebuah unit bisnis. Sebagai contoh, tim sedang melakukan pembentukan dasar untuk E-Ink, sebuah teknologi tampilan berupa layar, beberapa unit bisnis yang sudah ada tidak bisa melakukan penghematan sumber daya untuk melakukan investigasi terhadap hal ini.

Di NYTimes.com, Marc Fons perwakilan dari kelompok desain dan pengembangan produk, yang merupakan CTO dari Digital Operations, yang bekerja sama dengan tim dari Zimbalist dan pengembang Adobe untuk aplikasi Times Reader 2.0, pada generasi berikutnya, mengembangkan sebuah sistem membaca pada sebuah layar yang dikembangkan pada dasar Adobe AIR. Lebih lanjut, Frons mengatakan bahwa mendorong atau mendukung pemikiran maju di antara 120 orang yang tergabung dalam tim dengan mengadakan kontes inovasi setiap dua tahun sekali. Pemenang dari kontes ini akan mendapatkan uang tunai, pengakuan dari ide mereka serta mendapatkan sumber daya untuk mewujudkan ide mereka menjadi kenyataan.Tipe proyek akan dinilai terhadap berbagai kriteria seperti potensial pendapatan atau nilai dari jurnalistik. Sedangkan untuk proyek yang berhubungan dengan riset pengembangan tidak termasuk. “Semenjak kita membangun software, selanjutnya tidak ada investasi dengan modal yang besar pada awal kegiatan,” kata Frons, “Hal ini memungkinkan kita untuk melaukan ekserimen. Yang memiliki fokus kepada pengembangan yang cepat.”

Times Widget, sebuah tempat pembuatan widget, adalah salah satu pemenang dari kontes ini, baru – baru ini diluncurkan oleh Times Wire, mengembangkan sistem antar muka yang dapat melakukan penyesuaian untuk konten online secara terkini. “Kami mencoba untuk mengatasi masalah – masalah yang spesifik dan memikirkan ke arah mana bisnis akan bergerak,” jelas Frons, Lebih lanjut Frons memfokuskan kepada peningkatan pendapatan, penurunan biaya dan meningkatkan efisiensi melalui peningkatan proses dan otomatisasi.

The New York Times sudah meluncurkan sebuah peta interaktif yang bagus, yang dapat menunjukkan penyewaan Netflix yang paling populer di 12 area kota besar di Amerika Serikat, seperti New York, San Francisco atau area teluk, Boston, Chicago, Washington, Los Angeles, Seattle, Minneapolis, Denver, Atlanta, Dallas, dan Miami. Apabila anda adalah seorang penggemar dari Netflix dan juga penggemar dari Twilight (dan anda tinggal di kota besar di Amerika Serikat), kebiasaan tentang penyewaan anda sekarang sudah tersedia di layar. Untuk membuat peta, The New York Times melakukan kerja sama dengan Netflix. Peta yang dibuat ini merupakan database grafis dari 100 film yang paling sering disewa di Netflix pada tahun 2009 dan kemudian digabungkan pada peta ini. Dengan peta ini anda dapat melakukan eksplorasi dengan grafis yang terbentuk dari film – film top di Netflix berdasarkan tiga kriteria, yaitu film yang kita benci atau disukai para kritikus, urutan alfabet dan film yang paling sering disewa. Sebagai contoh, pilih film yang paling sering disewa, lalu apabila kita menempatkan tetikus di atas kode pos, sebuah jendela baru akan muncul yang menunjukkan kepada anda film apa yang paling disewa di Netflix untuk wilayah tersebut.

Beberapa trend yang tidak mengejutkan telah muncul, yaitu film di Netflix yang paling terkenal pada tahun 2009 adalah The Curious Case of Benjamin Button, walaupun Slumdog Millionare dan Twilight keduanya berada di sepuluh besar. Milk, sebuah cerita dari aktivis asal San Francisco bernama Harvey Milk, sempat populer di kota San Francisco dan kota lainnya, tetapi tidak terkenal di kota – kota pinggiran di daerah selatan (seperti Dallas dan Atlanta). Mad Men, sebuah drama yang memiliki setting tahun 1960-an yang mengatur tentang periklanan, pernah terkenal di Manhattan dan Brooklyn, tapi tidak untuk kota besar lainnya. Film ini sangat jarang sekali disebutkan di daerah Denver dan Dallas, dan tidak disebut sama sekali di daerah Miami.

Peta ini juga menunjukkan kecenderungan yang menarik pula, yaitu film – film blockbusters tidak terlalu terkenal di beberapa pusat kota (Wanted dan Transformers : Revenge of the Fallen, nyaris hanya sedikit memberikan percikan di pusat kota Manhattan dan San Francisco), meskipun hal ini bisa disebabkan karena banyak orang yang menonton film – film ini di bioskop. Last Chance Harvey, sebuah komedi romantis yang dibintangi oleh Dustin Hoffman dan Emma Thompson, sangat dinikmati di bagian pinggiran kota yang kaya (seperti Scarsdale), tetapi tidak di tengah kota (seperti Manhattan). Film – film dari Tyler Perry (Tyler Perry’s Madea Goes to fail dan Tler Perry’s The Family That Preys) sangat populer di kawasan yang didominasi oleh warga berkulit hitam.

Telah banyak dari inovasi yang sejauh ini dihasilkan di The New York Times yang dapat dimasukkan ke dalam klasifikasi sebuah inovasi dari proses atau produk. Pada umumnya, sebuah perusahaan yang sehat dan berkembang harus memfokuskan investasinya terhadap 90 sampai 95 persen pada inovasi bisnis inti dan 5 sampai 10 persen pada model bisnis baru, jelas Mark Johnson, pimpinan dari Innosight, konsultan inovasi strategis. Walaupun itu, dia menambahkan “Industri surat kabar sedang menghadapi banyak masalah, yang menyebabkan inovasi model bisnis menjadi lebih penting daripada sebelumnya.”

Sekarang ini adalah waktu yang bisa dikatakan baik (dan buruk) untuk mengembangkan beberapa inovasi tersebut. “Anda memiliki perhatian dari pimpinan seperti yang anda butuhkan,” kata Johnson. “Tetapi ini akan menjadi lebih sulit dalam artian ada sebuah kepentingan untuk memperbaiki keuangan, dan harus memiliki kesabaran untuk melakukan model bisnis baru menjadi sesuatu yang sulit untuk dilakukan.”

The New York Times melakukan fokus terhadap eksperimen dengan sejumlah inisiatif yang berbeda, tetapi Boston Scientific menghadapi tantangan yang berbeda, yaitu bagaimana mendorong sebuah inovasi tanpa risiko dan kebocoran dari nilai kekayaan intelektual. Selain itu perusahaan telah beralih ke teknologi yang membantu untuk menemukan perpaduan yang pas antara akses dan keamanan.

Boston Scientific memiliki keinginan untuk menghancurkan halangan yang muncul sebagai hambatan dari pengembangan produk dari akses penelitian yang masuk ke dalam perangkat kesehatan yang sukses sehingga mereka bisa menciptakan produk baru secara lebih cepat. Tetapi membuat data untuk lebih mudah diakses membuka kemungkinan terjadinya pencurian informasi yang bernilai jutaan bahkan miliaran dollar. Hal ini menjadi permasalahan klasik tentang data rahasia yang dimiliki perusahaan.

“Lebih banyak informasi yang anda berikan kepada pekerja yang pintar, akan menjadi semakin efektif mereka untuk dapat membuat banyak nilai untuk perusahaan,” kata Boris Evelson, seorang analis handal di Forrester. “Hal ini akan membuat risiko menjadi terbuka, jika seseorang pergi dengan membawa data perusahaan dan memberikannya kepada perusahaan pesaing.”

Tekanan yang tinggi ini membuat perusahaan mengeluarkan 8 miliar dollar untuk mencari software yang memungkinkan komunitas pelaku rekayasa yang luas berbagi ilmu pengetahuan ketika akses dikelola untuk pengembangan produk data, kata Jude Currier, pimpinan pengetahuan kardiovascular dan praktisi inovasi di Boston Scientific, “Keamanan yang dilakukan secara aktif adalah jalan untuk mengatasi masalah ini,” lanjut Currier.

Dengan kata lain, memantau secara aktif siapa yang melakukan akses terhadap apa, dan melakukan penyesuaian ijin sebagai perubahan kondisi – kondisi dari suatu bisnis.

Melakukan penjagaan dari saluran penyangga baru, pembuka jalan, dan kateter segar yang dilakukan adalah penting karena menjadi jantung atau inti berkaitan dengan item – item akun untuk 80 persen penjualan dari Boston Scientific. Selama beberapa tahun sebelumnya, para insinyur atau teknisi telah melakukan fokus terhadap perbaikan kualitas sistem. Currier mengatakan, Boston Scientific telah mewarisi permasalahan dari regulasi dari akusisi yang disebabkan dalam kurun waktu itu. Sekarang situasi tersebut sudah dapat teratasi dan perusahaan telah siap untuk menghidupkan kembali inovasi di internal perusahaan.

Boston Scientific menjadi pencetus dari software Invention Machine’s Goldfire, yang mana, kata Currier menyediakan perpaduan yang tepat dari keterbukaan dan keamanan untuk data. Sebelumnya, pengembang – pengembang produk dari Boston Scientific bekerja dalam gudang tertutup dengan akses yang terbatas untuk riset yang dilakukan dari rekan kerja pada produk yang berbeda. Informasi sangat terkunci bahkan jika peneliti menemukan sesuatu yang berguna dari penelitian atau proyek yang sebelumnya, mereka sering tidak memiliki akses untuk masuk hal itu. “Kami mengubah hal tersebut,” kata Currier.

Goldfire membuat alur pekerjaan yang keluar menjadi otomatis seperti tugas menganalisis pasar dan memanfaatkan intelektual yang merupakan properti dari perusahaan. Hal ini menggabungkan data internal perusahaan dengan informasi yang berasal dari publik, seperti database yang dimiliki oleh pemerintah.

Para peneliti saat menggunakan software ini adalah untuk menemukan hubungan – hubungan antara sumber – sumber yang berbeda, sebagai contoh adalah untuk menandakan ide – ide yang memiliki persamaan. Para insinyur atau teknisi dapat menggunakan beberapa analisis tersebut untuk mendapatkan ide – ide yang dapat digunakan untuk produk – produk yang baru dan memulai untuk melakukan studi kelayakan mereka. Tujuannya adalah untuk memiliki insinyur atau teknisi yang mampu melakukan akses terhadap hasil penelitian insinyur atau teknisi lainnya.

“Orang yang berada di dalam sebuah got atau selokan tidak bisa menunggu hingga hari itu datang,” lanjutnya.

Walaupun tujuannya adalah untuk lebih terbuka, tidak semua data dapat dibuka selamanya. Sebagai contoh, sebagai sebuah proyek yang dekat dengan tahap mematenkan aplikasi, akses tentang data tersebut menjadi terpotong – potong pada beberapa orang, kata Currier.

Dia menambahkan semenjak memasang aplikasi Goldfire, aplikasi paten yang ada kemudian dilakukan perbandingan dengan kelompok rekayasa yang sejenis atau serupa yang tidak dilakukan dengan menggunakan Goldfire. “Kami harus melakukan edukasi terhadap orang yang kami tidak ingin membuang keamanan keluar jendela tetapi membuat ilmu pengetahuan yang berharga dapat tersedia untuk organisasi perusahaan,” katanya.

 

PERTANYAAN STUDI KASUS

1. Seperti yang tergambarkan pada kasus di atas, The New York Times melakukan pilihan untuk mewujudkan dukungan terhadap inovasi kelompok sebagai sebuah layanan bersama antar unit – unit bisnis. Apa yang anda pikirkan tentang situasi ini ? Apakah keuntungan dari pemilihan pendekatan ini ? Apakah terdapat ketidakuntungan dari hal ini?

Jawaban:

Seperti yang sudah dijelaskan pada pemaparan kasus di atas, industri surat kabar pada saat ini sedang menghadapi permasalahan yang tidak mudah, seperti yang sudah dijelaskan juga oleh Mark Johnson yang merupakan pimpinan dari Innosight, konsultan inovasi strategis, apabila The New York Times tetap berada pada sisi bisnis yang sudah ada dari dulu tanpa melakukan suatu inovasi baru, maka pendapatan perusahaan akan mengalami penurunan. Maka dari itu The New York Times melakukan percobaan untuk mengembangkan inovasi baru terhadap bisnisnya. Masih menurut Mark Johnson pula, sebuah perusahaan yang sehat dan berkembang harus memfokuskan investasinya terhadap 90 sampai 95 persen pada inovasi bisnis inti dan 5 sampai 10 persen pada model bisnis baru. Akan tetapi untuk mewujudkan hal itu tentu saja bukan sesuatu yang mudah. Untuk mewujudkan hal tersebut dibutuhkan manajemen keuangan yang sangat baik dan sabar dalam melakukan pengelolaan perusahaan.

Beberapa proyek yang dapat dijadikan sebagai contoh satu pengembangan inovasi baru terssebut adalah pengembangan aplikasi pada Blackberry sehingga tidak dibutuhkan banyak kertas untuk mencetak surat kabar. Hal ini dikarenakan banyak orang yang dapat mengakses secara langsung berita – berita melalui Blackberry mereka dan tidak perlu membeli koran dalam bentuk kertas. Pengembangan aplikasi ini dapat dilihat pada situs Boston.com dan untuk situs yang lebih ahli yaitu About.com. Implementasi pengembangan ini menggunakan aplikasi Times Reader 2.0 yang kerjasamanya dirintis oleh tim dari Zimbalist dan tim dari pihak Adobe. Inovasi lain yang dilakukan oleh The New York Times adalah peluncuran peta interaktif yang bagus yang dapat menunjukkan tingkat penyewaan Netflix yang dapat dilihat di kota – kota besar di Amerika Serikat yang meliputi New York, San Francisco atau area teluk, Boston, Chicago, Washington, Los Angeles, Seattle, Minneapolis, Denver, Atlanta, Dallas, dan Miami. Kedua contoh itu adalah suatu inovasi baru yang dapat dinikmati oleh konsumen perusahaan tersebut.

Kekurangan yang ada dalam inovasi yang dikembangkan pada suatu bisnis adalah membutuhkan waktu pengembangan yang belum tentu cepat. Selain itu belum tentu pula hasil dari pengembangan inovasi bisnis ini dapat diterima oleh para konsumen perusahaan. Untuk itu dibutuhkan dukungan yang penuh dari semua elemen perusahaan yang melakukan inovasi dalam bisnisnya.

 

2. Boston Scientific menghadapi suatu tantangan untuk melakukan keseimbangan antara keterbukaan dan saling berbagi data dengan keamanan dan informasi yang tidak boleh untuk diakses. Bagaimana penggunaan teknologi yang mengijinkan perusahaan untuk mendapatkan tujuan tersebut pada saat yang bersamaan ? Apakah perubahan budaya yang dibutuhkan untuk memungkinkan hal ini terwujud ? Apakah hal ini menjadi lebih penting dari isu – isu yang terkait dengan teknologi ? Kembangkan beberapa contoh untuk mendukung jawaban anda.

Jawaban:

Problematika yang sudah menjadi permasalahan sejak lama oleh suatu perusahaan adalah suatu pencurian informasi atau data yang berhubungan dengan kekayaan intelektual. Dengan latar belakang ini, Boston Scientific mencoba untuk menemukan jalan keluar yang tepat untuk menangani permasalahan ini. Seperti yang dijelaskan oleh Jude Currier, pimpinan pengetahuan kardiovascular dan praktisi inovasi di Boston Scientific, tentang inti dari permasalahan ini adalah keamanan aktif. Penjelasan dari hal ini adalah memantau secara aktif siapa yang melakukan akses terhadap apa, dan melakukan penyesuaian ijin sebagai perubahan kondisi – kondisi dari suatu bisnis.

Lalu Boston Scientific menciptakan software Invention Machine’s Goldfire. Software ini menyediakan perpaduan yang tepat dari keterbukaan dan keamanan untuk data. Sebelumnya, pengembang – pengembang produk dari Boston Scientific bekerja dalam gudang tertutup dengan akses yang terbatas untuk riset yang dilakukan dari rekan kerja pada produk yang berbeda. Informasi sangat terkunci bahkan jika peneliti menemukan sesuatu yang berguna dari penelitian atau proyek yang sebelumnya, mereka sering tidak memiliki akses untuk masuk hal itu. Sebelum ditemukan software ini maka hal – hal tersebut tidk dapat dilakukan.

Software Goldfire membuat alur pekerjaan yang keluar menjadi otomatis seperti tugas menganalisis pasar dan memanfaatkan intelektual yang merupakan properti dari perusahaan. Hal ini menggabungkan data internal perusahaan dengan informasi yang berasal dari publik, seperti database yang dimiliki oleh pemerintah. Para peneliti saat menggunakan software ini adalah untuk menemukan hubungan – hubungan antara sumber – sumber yang berbeda, sebagai contoh adalah untuk menandakan ide – ide yang memiliki persamaan. Para insinyur atau teknisi dapat menggunakan beberapa analisis tersebut untuk mendapatkan ide – ide yang dapat digunakan untuk produk – produk yang baru dan memulai untuk melakukan studi kelayakan mereka. Tujuannya adalah untuk memiliki insinyur atau teknisi yang mampu melakukan akses terhadap hasil penelitian insinyur atau teknisi lainnya.

 

3. Peta penyewaan video yang dikembangkan oleh The New York Times dan Netflix membuat tampilan secara grafis film – film yang populer di seluruh lingkungan dari kota – kota besar yang ada di Amerika Serikat. Bagaimana Netflix akan menggunakan informasi yang tersedia untuk melakukan pengembangan dana meningkatkan bisnis mereka ? Dapatkah perusahaan lain juga mendapatkan keuntungan dari data – data yang tersedia tersebut ? Bagaimana caranya ? Buktikan dengan beberapa contoh.

Jawaban:

Proses pengembangan peta penyewaan video yang interaktif oleh The New York Time dan Netflix telah memberikan kemudahan untuk para penggemar Netflix dan pecandu aktor dan aktris yang bermain di dalam film – film yang mereka sewa. The New York Times sudah meluncurkan sebuah peta interaktif yang bagus, yang dapat menunjukkan penyewaan Netflix yang paling populer di 12 area kota besar di Amerika Serikat, seperti New York, San Francisco atau area teluk, Boston, Chicago, Washington, Los Angeles, Seattle, Minneapolis, Denver, Atlanta, Dallas, dan Miami. Aplikasi ini dapat memberikan kemudahan kepada kita apabila ingin menyewa film, karena disediakan data – data film berdasarkan tiga kriteria, yaitu film yang kita benci atau disukai para kritikus, urutan alfabet dan film yang paling sering disewa. Selain itu juga memberikan kemudahan untuk melakukan pencarian lokasi Netflix yang terdekat dengan tempat tinggal kita. Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, data – data tentang film ini disediakan berdasarkan tiga kriteria, yaitu film yang kita benci atau disukai para kritikus, urutan alfabet dan film yang paling sering disewa. Sebagai contoh film Mad Men, sebuah drama yang memiliki setting tahun 1960-an yang mengatur tentang periklanan, pernah terkenal di Manhattan dan Brooklyn, tapi tidak untuk kota besar lainnya. Film ini sangat jarang sekali disebutkan di daerah Denver dan Dallas, dan tidak disebut sama sekali di daerah Miami. Hal yang sama juga terjadi untuk contoh pada film Milk, sebuah cerita dari aktivis asal San Francisco bernama Harvey Milk, sempat populer di kota San Francisco dan kota lainnya, tetapi tidak terkenal di kota – kota pinggiran di daerah selatan (seperti Dallas dan Atlanta). Banyak kejadian yang serupa yang terjadi di kota – kota besar di Amerika Serikat.

Netflix dapat memanfaatkan data – data ini dengan menggunakan untuk proses pengembangan bisnisnya yaitu dengan menyediakan film – film tertentu di daerah – daerah atau wilayah kota –kota besar di Amerika Serikat dengan kuantitas yang lebih banyak. Efek positif dari banyaknya ketersediaan atau stok film tersebut dapat meningkatkan jumlah kuantitas penyewa yang secara otomatis akan meningkatkan pula pendapatan atau keuntungan bagi Netflix.

Ada atau tidaknya keuntungan bagi perusahaan lain atas ketersediaan data – data ini adalah tergantung dari jenis bidang usaha yang ditekuninya. Sebagai contoh bagi perusahaan yang mendapatkan keuntungan dari data – data ini adalah perusahaan yang memiliki jenis bidang usaha di dalam pendistribusian film – film ini kepada gerai – gerai Netflix yang terletak di kota – kota besar di Amerika Serikat. Perusahaan ini akan secara tepat dalam melakukan kegiatan distribusi ini baik itu film apa yang didistribusikan dan kemana film ini akan didistribusikan. Selain itu produsen dari keping VCD atau DVD dari film – film yang ada, dapat secara tepat untuk menghasilkan atau memproduksi film apa saja. Sehingga tidak ada kekurangan permintaan terhadap film – film tertentu.


Posted in Education by with comments disabled.

MARKETING COURSES

REYNANDA MULYA ANANDIKA S. AB

Marketing Class of R50 2013

Graduate Student of Master Program in Management

Graduate Program of Management and Business

Bogor Agricultural University

Marketing Management Class R50

Lecturer:

Prof. Dr. Ir. Ujang Sumarwan, MSc

Dr. Ir. Kirbrandoko, MSM

www.ujangsumarwan.blog.mb.ipb.ac.id

sumarwan@mb.ipb.ac.id

Based on Book written by Ujang Sumarwan, Agus Djunaidi, Aviliani, H.C.Royke Singgih, Jusup Agus Sayono, Rico R Budidarmo, Sofyan Rambe. 2009. Pemasaran Strategik: Strategi untuk Pertumbuhan Perusahaan dalam Penciptaan Nilai bagi Pemegang Saham (Strategic Marketing: Strategy for Corporate Growth in Creating Share Holder Value). Jakarta. Inti Prima.

Picture2

Based on Sumarwan, U., Achmad Fachrodji., Adman Nursal., Arissetyanto Nugroho., Erry Ricardo Nurzal., Ign Anung Setiadi., Suharyono., Zeffry Alamsyah. 2010. Pemasaran Strategik: Persfektif Value-Based Marketing dan Pengukuran Kinerja.(Strategic Marketing: Value Based and Performance Measurement Perspectives). Bogor, IPB Press.

Picture3

Class Notes on Thursday July 25, 2013

On Thursday, July 25 2013, at MB IPB, is the first lecture of marketing management. This course taught by Prof. Dr. Ir. Ujang Sumarwan, MSc. He is a Professor of Consumer Behavior in the Graduate Program of Management and Business and in the Department of Family and Consumer Sciences, College of Human Ecology, at the Bogor Agricultural University (IPB), Bogor Indonesia. He earned B.Sc (Bachelor) degrees in Agricultural Economics at Bogor Agricultural University in 1985, and a Ph.D. in Consumer Studies at the Department of Human Development and Family Studies, College of Family and Consumer Sciences, Iowa State University, Ames, Iowa USA. His dissertation’s title was Socioeconomics and Psychological Factors Influencing Household Debt. He received The Award COMPETITIVE GRANTS from the Department (Ministry) of National Education, Republic of Indonesia, for the Best Researcher for Social Sciences in 2000 for his research on the Model of Food Consumption Behavior of Urban and Rural Consumers. He was born in Jakarta, Indonesia on September 16, 1960.

Marketing is the art of selling. Marketing is not just selling goods to consumers, but more than that. Marketing is an activity plan, set a price, promotion, distribution and managing relationships that provide benefits to the organization. In marketing, there is a marketing mix that became the basis of a marketing management. and segmentation, targeting and positioning, which is a main goal of it all is to find and determine the segments of the target market and the positioning of a product or brand into the minds of consumers.

Marketers may understand the theory and concepts of various marketing experts. But in fact, there are a lot of factors that support the implementation of marketing in business activity that goes well, one of which is a creativity. Creativity is the most important factor of marketing that goes well and different from the others. Marketers would be applying these concepts to a variety of approaches and different ideas.  The application of marketing concepts that I call a creative contest. This is what the art of selling in the marketing activities of a business.


Posted in Education and tagged , , by with comments disabled.

Hello world!

Welcome to Blog Mahasiswa. This is your first post. Edit or delete it, then start blogging! Url your blog Blog Mahasiswa


Posted in Uncategorized by with comments disabled.
Skip to toolbar